Sering dianggap sama, ternyata SEO dan SEM punya perbedaan signifikan! Yuk, pahami 5 perbedaan utama SEO vs SEM untuk optimalkan strategi digital marketing kamu.
Hai sobat INDI! Tau gak sih? kalau SEO dan SEM merupakan dua hal yang tidak bisa dilepaskan dalam digital marketing. keduanya saling berkaitan. Baiki SEO maupun SEM merupakan salah satu tools yang dapat mengefektifkan kegiatan digital marketing kamu. Perbedaan antara SEO dan SEM pun di kalangan digital marketer masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan. Jadi, apa sih berbedaan antara SEO dan SEM?
Ada beberapa perbedaan dari SEO dan SEM, simak berikut ini :
Baca juga : Persamaan antara SEO dan SEM yang wajib kamu ketahui
1. Gratis dan BerbayarPertama, perbedaan paling signifikan yang pertama adalah yang satu gratis dan yang satunya lagi berbayar. SEO gratis digunakan dan tidak dikenakan biaya apa-apa bila audiens mengklik website milikmu. SEO bisa dioptimalkan dengan memasukkan kata kunci yang tepat dan beberapa taktik lainnya untuk menaikkan peringkat website.
Sementara SEM diharuskan berbayar karena biasanya SEM menggunakan media Google Ads dimana pemasang iklan harus membayar setiap kali diklik oleh visitor atau yang biasa disebut dengan Pay Per Click (PPC).
2. Ada Ikon dan Tulisan IklanDilihat dari gambar di atas, ketika kita mengetik ‘niagahoster’ di kolom pencarian Google, yang paling atas muncul adalah yang ada tulisan ‘iklan’. Selain itu ada kalimat iklan yang berupa promosi yang ditawarkan dan tambahan link iklan ekstensi di bagian bawah. Hal ini merupakan cara kerja SEM.
Sementara di bawahnya bisa dilihat di hasil pencarian website niagahoster dengan deskripsi biasa tanpa ada kalimat promosi. Ini merupakan cara kerja SEO.
3. Dampak SEM Lebih Instan Dibandingkan Dengan SEOKarena berbayar, SEM sudah pasti menjamin bahwa peringkat website akan teratas dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan SEO. SEO perlu beberapa usaha dan waktu untuk melihat website di peringkat atas dan hasilnya pun bisa merangkak naik atau menurun peringkatnya seiring dengan berjalannya waktu tergantung beberapa faktor.
4. Hasil SEM Bisa Tepat Sasaran Untuk Target Audiens TertentuMelalui SEM, kamu bisa menentukan target audiens melihat hasil pencarian dengan menerapkan filter berdasarkan usia, lokasi, gaya hidup, pendapatan,dan banyak lagi. Sementara SEO tidak bisa menentukan secara spesifik target audiens yang akan melihat hasil pencarian.
5. SEO Lebih Baik Untuk Jangka Panjang Daripada SEMKarena SEM berbayar, kita bisa mengaktifkan atau mematikan sewaktu-waktu. Jika kamu ingin melakukan testing apakah SEM bisa berpengaruh untuk meningkatkan penjualan atau telah mencapai target audiens yang diinginkan, kamu bisa mengaktifkannya. Bila dirasa tidak membutuhkan SEM lagi karena penjualan sudah mencapai target, SEM bisa dimatikan.
Sementara SEO tidak bisa karena kinerja SEO yang membutuhkan waktu untuk melihat dan merasakan impact yang dihasilkan SEO apakah berpengaruh atau tidak.
Sumber :
https://www.exabytes.co.id/
https://www.jurnal.id/
Written by : Novia Fitriani Kaspato (@oikayou)