Bingung bedanya Frontend, Backend, dan DevOps? Yuk, kenali peran masing-masing Tech Stack ini dalam membangun produk digital di artikel selengkapnya!
Hai, Sobat INDI! ketika mulai belajar dan masuk ke dalam dunia IT pasti pernah mendengar istilah seperti di atas kan? mulai dari Frontend, Backend, dan juga DevOps. Tapi, sebenarnya apa sih perbedaan dari tiga Tech Stack tersebut? Karena 3 hal tersebut punya peran nya masing-masing. Pada artikel ini, Yuk! kita coba kenalan dengan 3 Tech Stack ini, yaitu Frontend, Backend, dan juga DevOps.
Pertama, Apa itu Tech Stack?
Dilansir dari situs Full Scale, Tech Stack adalah sebuah tumpukan atau kumpulan dari tools, bahasa pemrograman, atau teknologi yang digunakan oleh Developer untuk membangun suatu produk dan solusi digital seperti Website, Mobile App, dan Web App agar berfungsi dan menghasilkan produk yang terbaik untuk kebutuhan pengguna.
Kalau diibaratkan, Tech Stack itu sama dengan sebuah Burger yang isinya bertumpuk mulai dari roti, daging, sayuran, potongan acar/timun, dan saus. Ketika dimakan, rasanya lezat kan pastinya? Nah, konsep Tech Stack pun sama seperti itu, ada Frontend, Backend, dan juga DevOps.
Mengenal apa itu Frontend?
Ketika kita pertama kali mengunjungi suatu website, hal yang pertama kita temukan adalah interface/tampilan dari sebuah website. Nah, interface/tampilan dari suatu website yang dapat berinteraksi dengan pengguna nya disebut dengan Frontend.
Menurut situs Career Foundry, seorang Frontend Developer membuat teks, gambar, tombol, atau menu navigasi agar pengguna dapat berinteraksi dengan website/aplikasi (Client-Side). Peran seorang Frontend Developer yaitu memindahkan sebuah desain yang dibuat UI/UX Designer ke dalam bentuk kode agar menjadi website yang interaktif dan menjadi lebih hidup (Web Statis).
Jika kamu tertarik ingin menjadi seorang Frontend Developer, kamu sekiranya harus mempelajari 3 skill dasar yang dibutuhkan di dunia Frontend yaitu HTML, CSS, dan Javascript. Disini, kamu bisa membaca artikel yang membahas tentang Mengenal Teknologi yang digunakan dalam Frontend Development, karena semua dibahas dengan lengkap disitu loh!
Mengenal apa itu Backend?
Menurut Career Foundry, Backend adalah bagian dari Website yang tidak dapat user lihat secara langsung, karena Backend berada di server-side. Backend inilah yang bertugas menyimpan dan mengatur data dari website. Kemudian memastikan agar tampilan Frontend dapat berfungsi dengan baik dengan logic yang dibuat di Backend menggunakan bahasa pemrograman.
Backend berkomunikasi dengan Frontend, mengirim dan menerima informasi untuk ditampilkan ke halaman web. Setiap kita mengisi sebuah formulir, mengetik alamat web, atau melakukan pembelian di website, browser akan mengirim permintaan ke sisi server atau Backend. Kemudian, dikembalikan ke dalam bentuk kode frontend agar menampilkan informasi ke halaman web.
Komponen Backend sendiri digunakan agar website kita menjadi Web Dinamis. Yaitu website yang konten nya dapat berubah berdasarkan database, dan dapat dimodifikasi melalui inputan user atau pengguna. Sebagai seorang Backend Developer, kamu harus mempelajari minimal satu bahasa pemrograman (PHP, Java, Python, dll) dan juga Database. Tidak perlu buru-buru, kamu bisa mulai dari membaca artikel tentang Mengenal Teknologi yang digunakan dalam dunia Backend.
Mengenal apa itu DevOps?
DevOps merupakan singkatan dari Development dan Operation, yang mana menggabungkan sebuah proses development dari suatu sistem aplikasi dengan operation/operasional. Dilansir dari Dicoding, DevOps bukanlah sebuah tools, software, ataupun aplikasi. Tapi, sebuah prinsip atau pola pikir yang digunakan di dalam dunia IT sekarang ini. Jadi, DevOps adalah prinsip seorang Developer untuk mengkoordinasikan tim nya. Antara tim Development dengan tim Operation agar efektif dan pastinya efisien.
Tujuan dari DevOps ini untuk meningkatkan kerjasama antara tim pengembang dan tim operasional. Mulai dari perencanaan sebuah aplikasi sampai ter-deliver nya ke client. Bukan hanya itu aja, DevOps sendiri memiliki keunggulan yaitu lebih cepatnya dalam proses membangun sebuah aplikasi. Dan juga menurunkan tingkat kegagalan/bug pada rilisan aplikasi terbaru.
Kalau kamu mulai tertarik dengan DevOps, kamu harus belajar dan mampu mengoperasikan tools yang digunakan untuk kebutuhan seorang DevOps Engineer, kamu bisa mulai membaca artikel tentang Apa Saja Tools Wajib yang Digunakan Seorang DevOps Engineer?
Kesimpulan
Kesimpulan dari yang bisa kita tarik disini adalah, ketiga hal diatas mulai dari Frontend, Backend, dan juga DevOps menggunakan teknologi yang berbeda-beda. Ketika Frontend bekerja untuk sisi klien yang mana membuat interface web agar dapat ditampilkan ke user. Lalu, Backend yang bekerja untuk sisi server dan lebih banyak bermain dengan logika pemrograman agar web dapat berfungsi dengan baik. Dan DevOps yang lebih kedalam sebuah prinsip seorang developer untuk mengkoordinasikan tim Development dan Operation. Agar proses dalam pengembangan suatu produk lebih efektif dan efisien.
Karya : Naufal Atha Yudha (@anaufaaal)
Sumber :
Fullscale
CareerFoundry
Dicoding